Breaking News
qq28889
Agen Poker Terpercaya
Agen BandarQ Online
Agen Judi Bola

Skandal Menikmati Tubuh Fitri Gratis

Cerita Sex Panas Ini Berjudul”Skandal Menikmati Tubuh Fitri Gratis”Cerita Dewasa,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita bokep,Cerita Ngentot,Cerita ABG,Cerita Sedarah,Cerita Tante,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Terbaru 2017

 

Cerita Sex-Seorang Mahasiswi yang berada di Jakarta saat ini berumur 23 tahun namanya Fitri tubuhnya dia terawatt dengan tinggi 167 cm berat badan 56 kg, rambutnya hitam lurus payudaranya bundar montok berkisar 34 B, dengan kulitnya yang putih dia sungguh cantik sekali, tidak heran dosen dan teman cowonya tertarik padanya.

Skandal Menikmati Tubuh Fitri Gratis

Cerita Sex

Pada suatu hari  Fitri terpaksa harus pulang sendiri agak malam dari kampusnya, karena ia harusmenyelesaikan tugasnya di laboratorium. Ketika dia sedang menunggu lift dari lantai 8, tiba-tiba Anto temannya datang.

“Hai,  Fitri.. mau pulang nih..?”

“Iya..”

“Bareng yuk turunnya..!” ajak Anto.

“Boleh..” tanpa rasa curiga  Fitri mengiyakan.

Nampaknya malam itu benar-benar sepi di kampusnya, hanya tinggal beberapa orang saja terlihat di tempat parkir di bawah. Ketika pintu lift terbuka, mereka berdua pun masuk. Saat berada di dalam lift, tiba-tiba sebuah benda keras menghantam tengkuk  Fitri dari belakang, membuatnya langsung tidak sadarkan diri.

“Dukk..,”  Fitri terbangun ketika kepalanya terantuk meja.

Dengan mata masih berkunang-kunang, dia melihat bahwa dia sedang berada di ruang kuliah di lantai 4 kampusnya. Tidak ada orang di situ. Dan ketika dia melihat jam di dinding, ternyata sudah pukul 10 malam.

Ketika  Fitri mencoba bergerak, dia baru menyadari bahwa tangan dan kakinya terikat. Dia mencoba melepaskan diri namun tidak berhasil. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan muncullah tiga orang dari pintu itu. Dua pria dan satu wanita. Mereka semua temannya, Anto, Angga dan Shanty.

“Shanty.. tolong gue Shan.., lepasin gue.. apa-apaan sih ini..? Kalian kalo bercanda jangan keterlaluan dong..!” dengan sedikit kesal  Fitri bicara dengan Shanty.

“Elo mau apa sih Nov..? Ini bukan bercanda tau..!” teriak Shanty.

“Apa maksud elo..?”  Fitri mulai panik.

“Kita mau buat perhitungan sama elo, Nov..! Selama ini elo selalu jadi pusat perhatian, tapi elo terlalu sombong untuk memperhatikan temen elo sendiri. Elo tau nggak kalo temen-temen tuh banyak yang nggak suka sama elo..! Sekarang saatnya elo untuk ngasih sesuatu sama mereka..!” Shanty mendekati dan kemudian menampar pipi kiri  Fitri.

“Elo mau apa sih..!” jerit  Fitri.

“Gue mau liat elo menderita malam ini, Nov. Karena selama ini elo selalu mendapat segala yang elo inginkan..” kata Shanty.

Selesai Shanty berbicara, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka kembali dan masuklah 15 orang lagi, 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Mereka semua temannya. Tetapi kelihatannya mereka semua senang melihat  Fitri terikat tidak berdaya seperti itu.

Tiba-tiba Shanty berteriak, “Teman-teman, inilah saatnya yang kita tunggu-tunggu. Malam ini kita boleh ngerjain si  Fitri sepuas kita.”

Semua berteriak kegirangan mendengar perkataan Shanty, kecuali  Fitri. Bulu kuduk  Fitri merinding mendengar itu, dia tidak dapat membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadap dirinya, ketika Anto mendekati dirinya dan melepaskan ikatannya. Walaupun ikatannya sudah dilepas, namun  Fitri tidak dapat berdiri, karena kakinya lemas semua. Dia hanya dapat berlutut.

Shanty mendekati dirinya dan kemudian berteriak di telinga  Fitri, “Sekarang elo harus buka baju elo satu persatu sampai telanjang di depan kita semua..! Awas kalo berani melawan..! Gue tusuk perut elo..!” ancam Shanty sambil memegang gunting di tangannya.

Tidak percaya rasanya  Fitri mendengar itu, namun dia tidak berani menolak perintah Shanty, apalagi diancam dengan gunting tajam seperti itu. Akhirnya dengan tubuh gemetar,  Fitri mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan melepaskannya ke lantai.

Selanjutnya dia mulai membuka kancing celana jeansnya dan menariknya ke bawah hingga sekarang  Fitri hanya mengenakan BH dan celana dalam yang berwarna hitam. Rupanya hari itu  Fitri memakai BH dan celana dalam yang sangat seksi.

Fitri memakai BH tanpa tali yang bagian depannya hanya menutupi setengah dari payudaranya. Dan celana dalam yang dipakai  Fitri lebih mirip dengan sebuah tali yang hanya menutupi belahan vaginanya, sedangkan pantatnya sama sekali tidak tertutup.

Semua laki-laki yang berada di ruangan itu benar-benar terpesona melihat pemandangan indah di depan mereka itu.  Fitri gadis tercantik di kampus itu hampir telanjang bulat, sehingga penis mereka langsung menegang semua.

Melihat itu Shanty merasa senang dan kembali memerintahkan  Fitri untuk membuka BH dan celanadalamnya. Dengan tangan gemetar,  Fitri meraih kait BH di belakang punggungnya dan melepaskannya, sehingga BH  Fitri dengan sendirinya terjatuh ke lantai.

Ketika BH-ya sudah terlepas, payudara  Fitri yang bulat langsung mengacung tegak, mengundang decak kagum semua pria di ruangan itu. Puting payudara  Fitri berwarna coklat dengan lingkaran di sekitar putingnya berwarna coklat muda.

Dan saat celana dalamnya juga sudah dilepas, terlihatlah bulu-bulu kemaluan tipis yang tumbuh rapih di sekitar vagina  Fitri.  Fitri memang selalu mencukur bulu-bulu kemaluannya dan merawat vaginanya sendiri. Baru pertama kali ini  Fitri telanjang bulat di depan orang lain dan saat ini dia berdiri dengan tubuh yang gemetar.

Shanty mendekatinya sambil mengacungkan gunting ke arahnya, dan mendorong  Fitri hingga jatuh terduduk.

“Sekarang elo harus buat seneng kita semua. Elo sekarang harus masturbasi disini. Cepat, kalo nolak gue potong nanti pentil susu elo..! Sekalian olesin nih badan elo pake minyak ini..!” kata Shanty sambil memberikan baby oil kepada  Fitri untuk dioleskan ke seluruh tubuhnya.

Dengan ketakutan  Fitri menerima botol tersebut dan menuangkannya ke atas payudara, perut dan juga ke atas vaginanya. Kemudian  Fitri mulai meraba-raba tubuhnya sendiri dan meratakan baby oil tersebut ke seluruh tubuhnya sambil tidur telentang di lantai.

Sambil menangis karena takut dan malu, tangan kirinya memijat-mijat payudaranya sendiri dan memilin-milin puting susunya, sedangkan tangan kanannya meraba-raba vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut tipis.

Lama kelamaan  Fitri mulai terangsang dan mengeluarkan suara erangan halus yang tidak dapat diatahan. Sementara itu, semua laki-laki di ruangan itu membuka bajunya hingga bugil dan mulai mengocok penis mereka sendiri sampai tegang.

Sedangkan yang perempuan, kecuali Shanty meninggalkan ruangan itu. Shanty malah membawa kamera video untuk merekam kejadian itu dan dia mengancam  Fitri kalau dia berani melapor, Shanty akan menyebarkan rekaman itu ke seluruh kampus, dan bahkan ke luar kampusnya.

Tubuh  Fitri kini mengkilat karena minyak yang dioleskan ke tubuhnya tadi, membuat  Fitri kelihatan sangat seksi, dan ini menjadi pemandangan yang sangat menggairahkan untuk semua laki-laki di ruangan itu.

Saat  Fitri semakin terangsang, Angga mendekatinya. Dengan dibantu empat orang lainnya yang memegang dan menarik kedua tangan dan kaki  Fitri sehingga tubuh  Fitri menyerupai huruf X, Angga berlutut di selangkangan  Fitri, dan mulai mengelus-elus vagina  Fitri dengan tangannya.

Sesekali jari tangan Angga mencoba menusuk masuk ke dalam vagina  Fitri, membuat  Fitri merinding karena rasa geli yang timbul.

Kemudian Angga mulai menjilati vagina  Fitri dengan lidahnya. Aroma khas dari vagina  Fitri membuat Angga semakin bernafsu menjilati vagina  Fitri. Sementara itu kedua orang pria yang memegangi tangan  Fitri juga ikut menikmati sebagian tubuh  Fitri.

Laki-laki yang memegang tangan kanan  Fitri menjilati dan mengisap puting susu  Fitri yang sebelah kanan, sementara laki-laki yang memegang tangan  Fitri yang sebelah kiri melakukan hal yang sama dengan payudara  Fitri yang satunya.

Sambil meremas payudara  Fitri dengan keras, sesekali mereka juga menggigit dan menarik puting susu  Fitri dengan giginya, sehingga  Fitri merasa kesakitan. Kedua orang itu juga bergantian menciumi bibir  Fitri dengan kasar dan memainkan lidahnya di dalam mulut  Fitri.

Setelah puas menjilati vagina  Fitri, Angga kembali berlutut di selangkangan  Fitri dan mulaimenggosok-gosokkan penisnya di bibir vagina  Fitri. Sadar bahwa dirinya akan segera kehilangan keperawanannya,  Fitri berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, namun dia tidak dapat melawan tenaga keempat orang yang memeganginya.

Melihat  Fitri yang meronta-ronta, Angga semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina  Fitri yang masih perawan. Walaupun vagina  Fitri sudah basah oleh air liur Angga dan cairan vagina  Fitri yang keluar

Namun Angga masih merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina  Fitri yang perawan masih sangat sempit.  Fitri hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini direnggut dengan paksa seperti itu oleh temannya sendiri.

Sementara itu Angga terus memompa vagina  Fitri dengan cepat sambil satu tangannya meremas-remas payudara  Fitri yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina  Fitri.

Fitri hanya dapat diam telentang tidak berdaya di lantai, walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah perawan  Fitri dan sebagian sperma Angga mengalir keluar dari vaginanya.

Setelah itu Anto maju untuk mengambil giliran. Kali ini Anto mengangkat kedua kaki  Fitri ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina  Fitri.

Anto tidak mengalami kesulitan lagi saat memasukkan penisnya, karena vagina  Fitri kini sudah licin oleh sperma Angga dan juga cairan vagina  Fitri, walaupun vagina  Fitri masih sangat sempit. Kembali vagina  Fitri diperkosa secara brutal oleh Anto, dan  Fitri lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan.

Namun kali ini  Fitri tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat teman-temannya semakin bernafsu saja.

Tiba-tiba Anto mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada  Fitri. Anto mendempetkan kedua buah payudara  Fitri dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara  Fitri, sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke arah wajah  Fitri.

Fitri gelagapan karena sperma Anto mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Anto masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke payudara  Fitri. Kemudian Anto menampar payudara  Fitri yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara  Fitri berwarna kemerahan dan membuat  Fitri merasa kesakitan.

Selanjutnya dua orang, Leo dan Reza maju. Mereka kini menyuruh  Fitri untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Leo berlutut di belakang pantat  Fitri dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus  Fitri yang sangat sempit. Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya,

Fitri mencoba untuk berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Reza yang segera mendorong wajah  Fitri ke arah penisnya. Kini  Fitri dipaksa mengulum dan menjilat penis Reza. Penis Reza yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut  Fitri.

Sementara itu, Leo masih berusaha membesarkan lubang anus  Fitri dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus  Fitri. Sesekali Leo menampar pantat  Fitri dengan keras, sehingga  Fitri merasakan pantatnya panas.

Kemudian Leo juga berusaha melicinkan lubang anus  Fitri dengan cara menjilatinya.  Fitri merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Leo menjilati lubang anusnya. Tidak lama kemudian  Fitri kembali menjerit kesakitan. Rupanya pertahanan anusnya sudah jebol oleh penis Leo yang berhasil masuk dengan paksa.

Kini Leo memperkosa anus  Fitri perlahan-lahan, karena lubang anus  Fitri masih sangat sempit dan kering. Leo merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus  Fitri.

Saat  Fitri berteriak, kembali Reza mendorong penisnya ke dalam mulut  Fitri, sehingga kini  Fitri hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Reza. Tubuh  Fitri terdorong ke depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.

Kedua payudara  Fitri yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya. Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Leo dan Reza mencapai klimaks hampir secara bersamaan.

Leo menyemburkan spermanya di dalam anus  Fitri, dan Reza menyemburkan spermanya di dalam mulut  Fitri.  Fitri terpaksa menelan semua sperma Reza agar dia dapat tetap bernafas.  Fitri hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Reza masih berada di dalam mulutnya.

Fitri membiarkan saja penis Reza berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Reza menarik keluar penisnya dari mulut  Fitri.

Kemudian Reza memaksa  Fitri untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara menjilatinya. Leo juga masih membiarkan penisnya di dalam anus  Fitri dan sesekali masih menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus  Fitri, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak.

Fitri dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya.

Setelah Leo mencabut penisnya dari anus  Fitri, temannya yang lain, Irvan, mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik  Fitri mendekat dan menyuruh  Fitri untuk mengangkangi penisnya menghadap dirinya.

Irvan kemudian mengarahkan penisnya ke vagina  Fitri, dan kemudian memaksa  Fitri untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Irvan langsung masuk ke dalam vagina  Fitri. Setelah itu,  Fitri dipaksa bergerak naik turun, sementara Irvan meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu  Fitri.

Sesekali Irvan menyuruh  Fitri untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Irvan dapat merasakan vagina  Fitri berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina  Fitri yang sudah basah. Irvan tidak dapat bertahan lama,

Karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat  Fitri diperkosa oleh teman-temannya yang lain, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina  Fitri.  Fitri kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya.

Selanjutnya, Iwan yang mengambil giliran untuk memperkosa  Fitri. Dia menarik  Fitri dari pangkuan Irvan, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai.  Fitri disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas penis Iwan.

Kemudian secara kasar Iwan menarik pantat  Fitri turun, sehingga vagina  Fitri langsung terhunjam oleh penis Iwan yang sudah berdiri keras. Penis Iwan, yang jauh lebih besar daripada penis-penis sebelumnya yang memasuki vagina  Fitri,

Masuk semuanya ke dalamvagina  Fitri, membuat  Fitri kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya.  Fitri merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Iwan. Iwan memaksa  Fitri untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga penis Iwan dapat bergerak keluar masuk vagina  Fitri dengan leluasa.

Kemudian Iwan menjepit kedua puting susu  Fitri dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara  Fitri berhimpit dengan dada Iwan. Iwan benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara  Fitri yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya.

Melihat posisi seperti itu, Shanty melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung  Fitri beberapa kali. Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun  Fitri tetap merasakan perih di punggungnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya.

Merasakan bahwa gerakan  Fitri terhenti, Iwan marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat  Fitri dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya  Fitri menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks.

Ketika Iwan hampir mencapai klimaks, dia memeluk  Fitri dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar,  Fitri tidur di bawah dan Iwan di atasnya. Sambil mencium bibir  Fitri dengan sangat bernafsu dan meremas payudara  Fitri, Iwan terus menggenjot vagina  Fitri.

Tidak lama kemudian gerakan Iwan terhenti. Iwan mencabut penisnya keluar dari vagina  Fitri dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina  Fitri. Kemudian dia menarik tangan kanan  Fitri dan memaksa  Fitriuntuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.

Setelah itu, seorang temannya yang lain, Eka, kembali maju mengambil giliran memperkosa vagina  Fitri. Hampir sepuluh menit Eka memompa vagina  Fitri dengan kasar, membuat vagina  Fitri semakin terasa licin dan longgar.

Sebelum mencapai puncaknya, Eka mencabut penisnya dari vagina  Fitri dan memaksa  Fitri untuk menadahkan kedua telapak tangannya untuk menampung spermanya. Setelahitu, Eka memaksa  Fitri untuk mengusap sperma yang ada di telapak tangannya ke wajahnya dan meratakannya seperti orang mencuci muka. Semua temannya tertawa senang melihat itu, sementara  Fitri menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah  Fitri sudah rata oleh sperma milik Eka.

Kemudian lima orang lainnya secara bergantian memperkosa  Fitri di vagina, anus maupun mulut  Fitri. Mereka juga meremas-remas payudara  Fitri dan mencubit serta menggigit puting susu  Fitri keras-keras. Kini wajah, payudara, perut, punggung, vagina dan pantat  Fitri sudah penuh oleh sperma.

Bahkan kedua buah payudara  Fitri kini berwarna kemerahan karena digigit dan diremas secara kasar oleh teman-temannya. Di punggung  Fitri juga tercetak jalur-jalur merah akibat dicambuk Shanty tadi.

Walaupun telah diperkosa berkali-kali, namun rupanya  Fitri tidak mencapai orgasme sama sekali, karena dia berusaha menahannya. Melihat itu Shanty merasa kesal dan memaksa  Fitri untuk mencapai orgasme dengan cara bermasturbasi sendiri.

“Gila elo.., lagi diperkosa aja masih sombong nggak mau orgasme. Sekarang elo harus orgasme.., cepat masturbasi lagi sambil nyukur bulu elo tuh sampai bersih..!” perintah Shanty.

Shanty memberikan pisau cukur kepada  Fitri dan menyuruhnya untuk mencukur bulu kemaluannya sendiri sambil bermasturbasi.  Fitri tidak berani berbuat apa-apa kecuali menurut. Sambil menutup matanya, tangan kiri  Fitri mulai meremas-remas payudaranya sendiri sambil meratakan sperma yang ada di payudara dan perutnya.

Sementara tangan kanannya mulai mencukur bulu kemaluannya pelan-pelan sampai habis.  Fitri tidak memerlukan shaving cream lagi, karena vaginanya sudah licin oleh sperma dan juga cairan vaginanya.

Setelah selesai mencukur bulu kemaluannya sampai habis,  Fitri mulai memasukkan gagang pisau cukur itu ke dalam vaginanya dan menggerak-gerakkannya keluar masuk perlahan-lahan. Vagina  Fitri terasa panas dan perih saat  Fitri menyentuhnya.

Rupanya dengan bermasturbasi sendiri,  Fitri lebih terangsang, dan akhirnya lima menit kemudian tubuhnya tiba-tiba mengejang, kakinya menekuk dan dadanya membusung memperlihatkan kedua payudaranya mengacung tegak dengan puting susu yang mencuat keluar, menandakan bahwa  Fitri sudah sangat terangsang.

Fitri mengeluarkan erangan yang tertahan sambil tangan kanannya terus menggosok vaginannya, dan tangan kirinya menjepit puting susunya sendiri. Akhirnya  Fitri mengalami orgasme yang luar biasa. Tubuh  Fitri kaku merasakan kenikmatan luar biasa yang menjalar di seluruh tubuhnya, dan cairan vagina  Fitri mengalir keluar dengan derasnya.

Fitri tidak dapat menutupi kenikmatan yang dirasakannya saat itu, sehingga dia pun mengeluarkan suara mendesah yang keras. Bahkan dia lupa bahwa dia kini sedang diperhatikan oleh banyak orang dan untuk saat itu dia juga lupa akan kesakitan yang diderita tubuhnya.

Belum pernah sebelumnya  Fitri mengalami orgasme sehebat itu, walaupun dia sering bermasturbasi di rumahnya. Ini karena sebelumnya dia belum pernah berhubungan badan, dan saat ini dia baru diperkosa beramai-ramai. Dan selama diperkosa itu, walaupun sebenarnya  Fitri merasa terangsang,  Fitri menahan orgasmenya sekuat tenaga dan akhirnya semua ditumpahkan saat dia bermasturbasi.

Setelah mengalami orgasme,  Fitri hanya terdiam kecapaian. Kesadarannya perlahan mulai kembali lagi dan rasa sakit kembali terasa di seluruh tubuhnya. Kedua kakinya tertekuk dan mengangkang lebar memperlihatkan vaginanya yang sudah licin mengkilat tanpa ada bulu kemaluannya sehelai pun sehabis dicukur.

Di sekitar vagina  Fitri terlihat bercak-bercak merah darah perawan  Fitri dan juga sperma. Tangan kanannya menjulur ke samping dan tangan kirinya terlipat menutupi sebagian payudaranya. Tubuhnya licin dan mengkilat karena keringat yang membanjiri dan juga karena sperma yang diratakan ke seluruh tubuhnya.

Fitri masih menangis pelan karena sakit dan juga karena rasa malu yang menyerang dirinya. Namun  Fitri juga tidak dapat menutupi kenikmatan luar biasa yang baru saja dirasakannya.  Fitri tidak mampu bergerak lagi.

Namun melihat itu, nafsu teman-temannya kembali muncul dan mereka kembali maju bersamaan untuk memperkosa  Fitri lagi. Kali ini  Fitri tidak mampu berontak sama sekali, karena dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi.

Dia hanya terdiam dan tubuhnya mengikuti saja gerakan pemerkosanya.  Fitri seperti boneka yang sedang dipermainkan beramai-ramai. Kedua belas temannya kembali memperkosa vagina dan anus  Fitri yang sudah terasa lebih longgar setelah dimasuki banyak penis berkali-kali.

Mereka juga memaksa  Fitri untuk mengulum dan menjilati penis mereka, dan menelan semua sperma yang disemburkan ke dalam mulutnya. Bahkan  Fitri diperkosa oleh tiga orang sekaligus yang memasukkan penisnya ke mulut, vagina dan anus  Fitri secara bersamaan, sementara dua orang lainnya mempermainkan payudara  Fitri.

Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh teman-teman  Fitri terhadap tubuh  Fitri. Kali ini  Fitri tidak kuat lagi menahan orgasmenya, dan dia mengalami orgasme beberapa kali, namun tidak sehebat yang pertama.

Setelah kedua belas orang temannya selesai memperkosa dirinya untuk kedua kalinya,  Fitri akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua buah payudaranya.  Fitri telah diperkosa secara habis-habisan selama tiga jam lebih oleh dua belas orang temannya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Shanty.

Ketika  Fitri terbangun, dia menyadari bahwa dirinya terikat ke tiang listrik dalam keadaan berdiri di tempat parkir kampusnya yang terbuka. Saat itu keadaan masih gelap dan masih belum ada satupun orang maupun mobil yang datang.

Kedua tangan  Fitri terikat ke belakang dan kedua kakinya juga terikat ke tiang listrik. Tubuhnya masih telanjang bulat tanpa selembar benang pun dan dia tidak dapat bergerak sama sekali. Ketika  Fitri mencoba berteriak, dia baru sadar bahwa mulutnya ditutupi oleh lakban, sehingga dia tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali.

Vagina dan kedua puting susu  Fitri juga ditempeli oleh lakban. Di dadanya tergantung kertas yang bertuliskan Silakan Nikmati Tubuh Saya. GRATIS. Ttd:  FITRI.

Fitri membayangkan bagaimana malunya dirinya kalau nanti orang-orang datang dan melihat keadaan dirinya yang telanjang bulat dan belepotan darah serta sperma kering.

Dia bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana kalau nanti orang yang datang membaca dan menuruti tulisan di kertas itu, kemudian memperkosa dirinya.

Tidak lama kemudian, dia melihat tujuh orang datang. Rupanya mereka satpam dan tukang parkir kampusnya.  Fitri berusaha minta tolong dan mereka akhirnya datang menghampirinya.  Fitri sedikit merasa lega, karena dia berpikir pasti mereka akan menolongnya.

Namun ketakutan  Fitri menjadi kenyataan, karena bukannya bantuan yang diberikan, ketujuh orang itu malah ingin menikmati tubuh  Fitri di tempat parkir itu. Sebelumnya seorang satpam menarik lepas dengan paksa lakban di vagina, puting susu dan mulut  Fitri, membuat  Fitri kembali merasakan kesakitan. Kini vagina dan puting susu  Fitri kembali terbuka dan dapat dilihat oleh orang.

“Wah, inikan si  Fitri, cewek paling cantik di kampus. Ngapain dia telanjang-telanjang begini di tempat parkir..?” kata salah satu dari mereka.

Dan orang lainnya menyahut, “Gile.., bodinya seksi banget. Gimana kalo kita cicipin aja bodinya sekalian. Liat tuh.., memeknya bersih nggak ada bulunya.”

“Iya nih, kita perkosa aja yuk sekalian.. lagian dia yang minta diperkosa, liat aja tulisan di kertas itu.”

“Ayo cepet kita perkosa aja.. Gue belum pernah ngerasain punyanya cewek kuliahan nih..!”

Fitri hanya dapat menangis dan memohon, “Tolong Pak, lepaskan saya.. jangan perkosa saya lagi, sudah cukup penderitaan saya..”

Namun mereka tidak peduli dengan rintihan  Fitri dan tetap melancarkan aksinya.

Mereka tertawa bahagia dan mulai membuka baju dan celananya masing-masing. Melihat itu  Fitri hanya dapat pasrah dan berharap mereka tidak menyakiti dirinya lagi. Tidak mungkin baginya untuk berteriak minta tolong, karena tidak ada orang sama sekali di sekitar situ. Kemudian mereka mengambil selang air dan menyemprot tubuh  Fitri dengan air dingin sambil menggosok-gosoknya untuk membersihkan tubuh dan wajah  Fitri dari darah dan sperma kering yang menempel di tubuhnya.

Disemprot air dingin seperti itu,  Fitri terkejut dan menggigil kedinginan. Namun itu tidak lama, karena kemudian dua orang laki-laki segera melepaskan ikatan  Fitri, mengangkat tubuh  Fitri dan mendekapnya dari depan dan belakang.  Fitri kini terjepit di antara tubuh dua orang laki-laki.

Mereka mulai memasukkan penis mereka ke dalam vagina dan anus  Fitri secara bersamaan.  Fitri diperkosa di vagina dan anusnya dalam posisi berdiri.

Sementara itu orang yang berada di depan  Fitri menciumi bibir  Fitri dengan paksa, dan orang yang berada di belakang  Fitri meremas-remas kedua payudara  Fitri dari belakang. Beberapa menit kemudian kedua orang itu mencapai klimaks dan menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus  Fitri.

Orang yang memperkosa vagina  Fitri menyemburkan spermanya berkali-kali di dalam vagina  Fitri, sehingga  Fitri dapat merasakan bahwa kini vaginanya dibanjiri oleh sperma orang itu yang sangat banyak dan tidak dapat tertampung lagi di dalam vaginanya.

Setelah itu,  Fitri dipaksa berlutut dan harus berkeliling menjilati semua penis laki-laki yang berdiri mengelilinginya secara bergantian.  Fitri juga terpaksa menelan sperma semua laki-laki itu satu-persatu. Setelah menjilati semua penis laki-laki yang ada di situ,  Fitri kemudian diperkosa lagi di vagina dan juga anusnya.

Salah seorang diantaranya memiliki penis yang sangat besar dan panjang, sehingga ketika dia memperkosa anus  Fitri, penisnya hanya dapat masuk setengahnya. Namun orang itu terus mendorong penisnya masuk ke dalam lubang anus  Fitri dengan paksa, membuat  Fitri meronta-ronta kesakitan.

Selain menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus  Fitri, mereka juga menyemburkan spermanya di tubuh  Fitri dan memaksa  Fitri untuk meratakannya dengan tangannya sendiri.  Fitri tidak pernah membayangkan bahkan dalam mimpi terburuknya, bahwa dirinya benar-benar dinikmati oleh banyak orang dalam semalam. Dan kali ini  Fitri tidak dapat lagi menahan orgasmenya.

Dia mencapai orgasme sampai berkali-kali, mungkin karena satpam-satpam ini lebih berpengalaman dibandingkan teman-temannya yang memperkosanya sebelumnya.

Setelah ketujuh orang itu kebagian mencicipi vagina, anus dan juga mulut  Fitri,  Fitri kembali diikat di tiang listrik dalam posisi semula, dan kembali ditinggalkan seorang diri dalam keadaan telanjang bulat. Tubuh  Fitri kembali belepotan oleh sperma dan kulit tubuhnya mengkilat oleh keringatnya sendiri.

Sperma dan cairan vagina  Fitri yang tercampur menjadi satu menetes keluar perlahan-lahan dari vagina dan lubang anus  Fitri. Dari mulut  Fitri juga mengalir keluar sperma yang tidak dapat ditelan lagi oleh  Fitri.

Fitri hanya dapat menggigil kedinginan. Namun penderitaannya belum berakhir sampai di situ.  Fitrikembali diperkosa secara bergantian oleh orang-orang yang lewat, satpam, tukang parkir, temannya, dan bahkan dua orang dosennya ikut memperkosanya.

Vagina, anus dan mulutnya dimasuki oleh penis-penis lain, dan dia dipaksa menelan sperma mereka semua. Sebagian meratakan spermanya di seluruh tubuh  Fitri. Ada yang iseng mencoret-coret tubuh  Fitri dengan spidol permanen dengan gambar-gambar dan kata-kata jorok.

Bahkan orang terakhir yang memperkosa  Fitri memasukkan ranting pohon sepanjang 25 cm ke dalam vagina dan anus  Fitri sampai berdarah-darah dan meninggalkannya di situ.

Fitri tergeletak di tanah dengan tubuh dan wajah yang kembali berlumuran oleh darah serta sperma, dan ranting pohon yang menancap di anus dan vaginanya. Payudara dan vagina  Fitri terlihat memar dan berwarna kemerahan. Bulatan pantatnya juga terlihat memar dan kemerahan.

Fitri sudah tidak dapat merasakan lagi vagina dan lubang anusnya. Akhirnya  Fitri kembali pingsan karena kesakitan dan kecapaian.

Total  Fitri telah diperkosa oleh lebih dari 30 orang dalam semalam, sampai akhirnya dia ditolong pada jam 05:30 pagi oleh seorang dosen wanita yang melihat keadaan  Fitri yang menyedihkan. Saat ditanya siapa yang memperkosa dirinya,

Fitri tidak berani menjawab, karena teringat ancaman Shanty yang akan menyebarluaskan rekaman video  Fitri yang telanjang bulat sedang bermasturbasi dan diperkosa oleh banyak orang.  Fitri lebih memilih bungkam. Dan setelah kejadian itu,  Fitri tidak dapat bergerak sama sekali sampai berhari-hari, dan dia merasa bahwa penderitaannya masih akan terulang lagi di kemudian hari.

 

Cerita Dewasa,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita bokep,Cerita Ngentot,Cerita ABG,Cerita Sedarah,Cerita Tante,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Terbaru 2017

Baca Cerita Sex Lainya di www.sukasex.info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*